Politeknik Negeri Banjarmasin lahir dari gelombang pengembangan pendidikan politeknik nasional — model pendidikan tinggi yang sejak awal dirancang dekat dengan dunia kerja.
Awal sejarah pendidikan politeknik di Indonesia dimulai pada tahun 1976 dengan dibukanya Politeknik Mekanik Swiss, hasil kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federal Swiss yang secara teknis ditangani bersama oleh Institut Teknologi Bandung dan Swiss Contact.
Gagasan tersebut memperoleh tanggapan baik, sehingga pada tahun 1978 pemerintah mendirikan enam politeknik teknologi di perguruan tinggi negeri. Melalui program Loan Agreement II bersama World Bank, pada tahun 1986 dibangun sebelas politeknik lain — salah satunya Politeknik Universitas Lambung Mangkurat.
Sejak 1987 Politeknik Unlam resmi menyelenggarakan pendidikan Diploma 2 dengan tiga jurusan: Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Listrik. Dengan dukungan Engineering Education Development Project, jenjangnya ditingkatkan menjadi Diploma 3 pada tahun akademik 1997/1998.
Melalui Surat Keputusan Mendikbud Nomor 080/O/1997 tanggal 28 April 1997, Politeknik Unlam dinyatakan mandiri dan berganti nama menjadi Politeknik Negeri Banjarmasin. Pada tahun akademik 1998/1999 program diperluas ke bidang tata niaga melalui Jurusan Akuntansi dan Administrasi Bisnis.